Khalaf Ahlussunnah :al-Asy'ariyah dan al-Maturidi

Ahlussunnah wal jamaah

Kata khalaf digunakan untuk merujuk para ulama yang lahir setelah abad ke II Hijriyah dengan karakteristik yang bertolak belakang dengan yang dimiliki salaf.

Sedangkan untuk istilah ahlussunnah bisa disebut juga dengan istilah sunni. Pengeriannya dapat dibagi menjadi dua, yaitu

  • Secara umum yang berarti adalah lawan dari kelompok syi'ah
  • Secara khusus yang berarti adalah madzhab dalam barisan sunni.
Sunni adalah mereka yang seantiasa tegak diatas syari'at islam berdasarkan al-quran dan hadits yang shahih dengan pemahaman para shaabat tabi'in. tabi'in dan tabi'at.

Khalaf Ahlussunnah :al-Asy'ariyah dan al-Maturidi
Khalaf Ahlussunnah :al-Asy'ariyah dan al-Maturidi


Seajarah singkat al-Asy'ariah 

Al-asy'ari lahir di Basrah pada tahun 260 Hijriyah atau 875 Masehi dan wafat pada tahun 324 Hijriyah atau 953 Masehi. Ia merupakan tokoh mu'tazilah dan juga merupkan orang yang ahli hadits berkat ajaran ayah tirinya. 

Beliau menganut paham mu'tazilah hanya sampai usia 90 tahun saja. Karena ada beberapa alasan mengapa ia keluar dari paham mu'atzilah. Alasannya yang paling masuk akal adalah karena pada saat itu posisi pemerintahannya dikuasai oleh aliran mu'tazilah. Sehingga mu'tazilah menjadi madzhab dari pemerintahan tersebut. Terdapat doktrin mu'tazilah tentang tauhid, yaitu mengatakan bahwa al-qur'an adalah makhluk. Karena terdapat pemaksaan paham atau doktrin itu, al-asy'ariyah tidak terima, ia menolaknya. Akibat adanya paksaan doktrin, akhirnya ia mendirikan aliran yang bernama aliran al-asy'ariyah. Aliran yang didirikan ini adalah aliran yang pemahaman atau doktrinnya lebih menonjol kepada aliran murji'ah.

Jadi sejarah munculnya aliran al-asy'ariyah ini adalah dikarenakan untuk menyelamatkan doktrin teologi dari mu'tazilah terhadap masyarakat,  menganggap bahwa teologi masyarakat telah hilang karena adanya paksaan doktrin dari aliran mu'tazilah.

Doktrin-doktrin aliran al-asy'ariyah:

  1. Tuhan dan sifat-sifatnya. Tuhan memiliki sifat
  2. Kebebasan dalam berkehndak (free will). Manusia bebas untuk melakukan perbuatan, untuk memilih dan menentukan serta mengaktualisasikan perbuatannya. Aliran ini membedakan khaliq dan kasb. Allah adalah khaliq atau pencipta perbuatan manusia, sedangkan manusia adalah yang mengupayakan perbuatannya atau disebut muktasib. Hanya Allah yang mampu menciptakan segala sesuatu, termasuk keinginan manusia.
  3. Akal dan wahyu. Dan kriteria baik dan buruk. Aliran asy'ariyah lebih mengutamakan akal dari pada wahyu. Dalam masalah menentukan baik dan buruk, aliran ini berpendapat bahwa baik dan buruk harus berdasarkan wahyu.
  4. Qadimnya al-qur'an. Asy'ariyah mengatakan bahwa alquran terdiri dari kata-kata, huruf-huruf, dan bunyi. Tetepi hal tersebut tidak melekat kepada esensi Allah dan tidak qadim.
  5. Melihat Allah. Menurutnya Allah dapat dilihat di akhirat, akan tetapi tidak dapat digambarkan. Melihat Allah, kemungkinan terjadi ketika Allah yang menyebabkan dapat melihat atau ia menciptakan kemampuan penglihatan manusia untuk melihat-Nya.
  6. Keadilan. Menurut asy'ariyah, Allah tidak memiliki keharusan apapun, karena ia adalah penguasa mutlak.
  7. Kedudukan orang yang berdosa besar. Baginya orang yang berdosa besar adalah tetap mukmin, namun mukmin yang fasik. Sebab, iman tidak akan hilang karena dosa selain kufur.

Sejarah singkat al-Maturidi

Pendiri dari alian ini adalah Abu Mansur al-Maturidi yang lahir sekitar abad ke-3 Hijriyah, dilahirkan di daerah samarkand, uzbekistand. Guru beliau adalah Nasy bin Yahya al-Balakhi.

Dokrin-doktrin aliran al-Maturidi:

  • Akal dan Wahyu - Baik dan buruk Aliran ini lebih mengutamakan wahyu daripada akalah, bertentangan dengan aliran asy'ariyah.
  • Perbuatan manusia. Menurutnya, perbuatan manusia adalah ciptaan-Nya. Manusia memiliki kemampuan untuk melakukan perbuatan, agar kewajiban-kewajiban yang dibebankannya dapat dilaksanakan.
  • Kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan
  • Sifat-sifat Tuhan. Menurut aliran ini, sifat-sifat Tuhan adalah mulazamah atau ada bersama dzat tanpa terpisah (innaha lam takun 'ain adz dzat wa la hiya ghairuhu). Al-maturidi mengakui adanya sifat-sifat Tuhan, sedangkan mu'tazilah menolak adanya sifat-sifat Tuhan.
  • Melihat Tuhan. Manusia dapat melihat Tuhan, berdasarkan kepada surat al-qiyamah ayat 22 sampai 23. Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri (22). Kepada Tuhannyalah mereka melihat (23).
  • Kalam Tuhan. Kalam nafsi adalah sabda yang sebenarnya atau makna abstrak. Kalam nafsi bisa juga dikatakan sebagai sifat qadim bagi Allah. Sedangkan kalam yang tersusun dari huruf dan suara adalah baharu (hadits).
  • Perbuatan manusia. Setiap perbuatan Tuhan adalah bersifat mencipta atau kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada manusia tidak terlepas dari hikmah dan keadilan yang dikehendaki-Nya.
  • Tuhan tidak akan membebankan kewajiban-kewajiban kepada manusia diluar batas kemampuannya, karena itu tidak sesuai dengan keadilannya. 
  • Hukuman, ancaman dan janji itu adalah pasti. Karena semua itu adalah keadilan yang sudah ditetapkan.
  • Pengutusan Rasul. Ia berpendapat bahwa pengutusan Rasul kedalam tengah-tengah umatnya adalah kewajiban Tuhan, agar manusia dapat berbuat baik dan bebruat yang terbaik didalam kehidupannya dengan ajaran para rasul.
  • Pelaku dosa besar. Menurutnya, orang yang berdosa besar adalah tidak kafir dan tidak kekal didalam neraka, walaupun ia meninggal sebelum bertaubat. Karena Tuhan telan menjajikan akan memberikan balasan kepada manusia sesuai dengan perbuatannya. Kekal didalam neraka adalah balasan bagi orang-orang yang melakukan perbuatan syirik. Orang yang berbuat dosa besar, selain syirik tidak akan menjadikan orang tersebut kafir ataupun murtad. 
  • Iman cukup dengan tashdiq dan iqrar. Adapun alam adalah penyempurna dari iman itu sendiri.
  • Amal tidak akan menambah ataupun mengurangi ensei iman, kecuali sifatnya.

Related Posts

Khalaf Ahlussunnah :al-Asy'ariyah dan al-Maturidi
4/ 5
Oleh