Tempatnya Artikel Pendidikan.

Contoh Soal UAS Tentang Al-qur'an. Lengkap!!

al-qur'an

Baca Juga:

UAS STUDY ILMU AL QUR’AN


A.Amtsal Al-Qur’an

Soal no 1 : 

Coba jelaskan pengertian dari Amtsal al-Qur’an.?

Jawaban :
Secara bahasa, amtsal adalah bentuk jama’ dari kata mitsal, matsal dan matsal serupa dengan syibh, syabah dan syabih yang berarti perumpamaan, ibarat, contoh, dan ibrah.

Sedangkan menurut istilah, amtsal mempunnnyai  tiga pengertian :
  • Menurut ulama ahli adab, amtsal berati : “Ucapan yang banyak mengumpamakan keadaan suatu yang diceritakan dengan suatu yang dituju”
  • Menurut ulama ahli bayan, amtsal berati : “Ungkapan majaz yang disamakan dengan asalnya karena adanya persamaan (dalam ilmu balaghah disebut tasybih)
  • Menurut ulama ahli tafsir, amtsal berarti : “Menampakan pengertian yang abstrak dalam ungkapan yang indah, singkat, menarik, yang mengena dalam jiwa, baik dengan bentuk tasybih maupun majaz mursal” 
Soal no 2 :

Sebutkan landasan pengembangan ilmu amtsal di dalam al-qur’an berdasarkan hadits Nabi SAW.?

Jawaban :
عن ابى هريرة رضي الله عنه . ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
ان القران نزل على خمسة اوجوه : حلال وحرام , محكم و متشابه , والامثال .
فاعلموا الحلال , واجتنبوا الحرام , واتبعوا المحكم , وامنوا المتشابه , واعتبروا الامثال .
(رواه الحاكم)

Soal no 3 :

Sebutkan macam-macam amtsal beserta contohnya.?

Jawaban :
Menurut As-Suyuthi, amtsal terbagi menjadi tiga macam, yaitu :
  • Amtsal Mushorrahah, yakni amtsal yang  lafadznya jelas, biasanya menggunakan kata مثل , contohnya seperti firman Allah dalam surat Hud ayat 24.
  • Amtsal Kaminah, yakni tamtsil yang tersembunyi serta tidak menggunakan lafadz tamtsil. Dalam bahasa Indonesia, diterjemahkan ke dalam pribahasa, contohnya seperti firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 68.
  • Amtsal Mursalah, yakni tamtsil yang berupa beberapa kalimat bebas, namun tanpa dilengkapi lafadz tamtsil, contohnya seperti firman Allah dalam surat Yusuf ayat 51 dan surat Hud ayat 85.
Soal no 4 :

Sebutkan unsur-unsur yang harus ada dari amtsal atau tamtsil.?

Jawaban :
  • Wajhusy Syabah, pengertian yang dapat difahami dari perumpamaan tersebut
  • Adatut Tasybih, seperti ك – مثل dan lafadz-lafadz yang menunjukan perumpamaan
  • Musyabbah, subjek sasaran perumpamaan
  • Musyabbah bih, objek yang dijadikan perumpamaan
Soal no 5 :

Apa faaedah dari mempelajari amtsalul qur’an.?

Jawaban :
  • Dapat mengungkapan pengertian yang abstrak dengan bentuk yang kongkrit yang dapat diterima oleh panca indera manusia
  • Dapat mengumpulkan makna yang indah, bagus, dan menarik dalam bentuk ungkapan yang singkat dan padat
  • Mendorong agar lebih giat dan rajin beramal baik dan menjauhkan dari perbuatan-perbuatan teracela
  • Sebagai pujian dan celaan bagi yang diperumpamakan
  • Untuk menciptakan rasa berkesan dan membekas dalam jiwa

B.Aqsam Al-Qur’an

Soal no 1 :

Coba jelaskan pengertian Qasam.?

Jawaban :
Kata aqsam, adalah bentuk jama’ dari kata qasam, yang berarti sumpah.
Sedangkan menurut istilah, qasam adalah penekanan suatu berita sesudahnya dan menguatkan kandungan yang dimaksud.

Dalam KBBI, sumpah (qasam) ialah prnyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau sesuatu yang dianggap suci bahwa apa yang dikatakan atau dijanjikan itu benar.

Soal no 2 :

Ada beberapa hal yang digunakan oleh Allah dalam sumpah-Nya di dalam al-qur’an. Pertanyaannya adalah, apa saja hal-hal yang digunakan Allah dalam sumpah-Nya di dalam al-qur’an.?

Jawaban :
Ada dua hal yang digunakan Allah dalam sumpah-Nya di dalam al-qur’an.
  • Pertama, Allah menggunakan Diri-Nya sendiri untuk bersumpah dengan kebesaran-Nya. Contohnya seperti firman Allah dalam surat Maryam ayat 68 dan surat Al-Hijr ayat 92.
  • Kedua, Allah menggunakan makhluk-Nya untuk bersumpah. Contohnya seperti firman Allah dalam surat Asy-Syams ayat 1-7 dan surat Al-Lail ayat 1-3.
Soal no 3 :

Bila kita cermati, aqsam dalam al-qur’an meliputi beberapa hal yang digunakan di dalam kedudukan dan susunan kalimatnya. Pertanyaannya adalah hal-hal apa saja yang digunakan aqsam fil qur’an dalam kedudukan dan susunan kalimatnya, beserta contonya.?

Jawaban :
Kedudukan-kedudukan kalimat dalam aqsam fil qur’an setidaknya meliputi atau menggunakan lima hal, yaitu :
  1. Jumlah Khabariyah, (informatif dan terbanyak dalam al-qur’an), contohnya seperti firman Allah dalam surat Adz-Dzariyat ayat 23
  2. Jumlah Thalabiyah, (kalimat permintaan), contohnya seperti firman Allah dalam surat Al-Hijr ayat 92-93
  3. Ungkapan Ghaib, seperti surat Al-hijr ayat 92-93
  4. Ungkapan Nyata, seperti surat Asy-Syams ayat 1-7
  5. Ungkapan tanpa jawaban, seperti surat Al-Buruj ayat 1-4
  6. Ungkapan yang menggunakan jawaban, seperti surat Asy-Syams ayat 1-9 dan surat At-Tin ayat 1-4
Soal no 4 :

Sebutkan macam-macam qasam (sumpah) dalam al-qur’an.?

Jawaban : 
  1. Qasam Zhahir, yaitu qasam yang fi’il qasam-nya disebutkan bersama dengan muqsam bih-nya. Contohnya seperti surat An-Nahl ayat 38.
  2. Qasam Mudhmar, yaitu qasam yang di dalamnya tidak dijelaskan atau disebutkan fi’il qasam dan muqsam bih-nya. Contohnya seperti surat Ali Imran ayat 187. 
Soal no 5 :

Sebutkan hikmah atau faedah dari qasam fil qur’an.?

Jawaban :
  • Menghilangkan keragu-raguan terhadap kebenaran yang telah nyata
  • Memperkuat dalil yang disampaikan bagi orang yang mengingkarinya
  • Menghapus kesalahfahaman terhadap kebenaran

C.Rahasia Di balik Ayat-ayat Pembuka

Soal no 1 :

Coba jelaskan, apa yang dimaksud dengan ayat-ayat pembuka.?

Jawaban : 
Ayat pembuka adalah ayat-ayat yang ada pada permulaan surat dan memiliki makna yang berbeda-beda.
Contohnya seperti pada surat Al-Fatihah yang diawali dengan lafadz الحمد 
yang memiliki makna “pujian”, atau pada surat Al-Ikhlash yang diawali dengan lafadz قل  yang memiliki makna “perintah”.

Soal no 2 :

Sebutkan macam-macam ayat pembuka dalam al-qur’an beserta contoh-contohnya.?

Jawaban :
1.Dengan “tsana” (pujian) ada 14 surat. Contohnya :

الحمد لله – تبارك الذي – سبحنان الذي – سبح لله – يسبح له – سبح اسم ربك
2.Dengan huruf “tahajji” (ejaan / abjad) ada 29 surat. Contohnya :

الم – المص – الر – طه – طسم – حم – حمعسق – كهيعص –  طس – ق – ن 
3.Dengan “nida” (panggilan) ada 10 surat. Contohnya :

ياايهاالذين امنوا – ياايهاالناس – ياايهاالنبي – ياايهاالمدثر – ياايهاالمزمل 
4.Dengan jumlah “khabariyah” ada 13 surat. Contohnya :

الهاكم التكاثر – انااعطيناك – انافتحنا – عبس يسالونك عن الانفال – لااقسم 
5.Dengan “qasam” (sumapah) ada 15 surat. Contohnhya :

والعصر – والشمس – والليل – والتين – والعاديات – والضحى 
6.Dengan “syarat” ada 7 surat. Contohnya :

اذاجاء نصرالله – اذاوقعة الواقعة – اذاجاءك المنافقون – اذازلزلت 
7.Dengan “amr” (perintah) ada 6 surat. Contohnya :

قل هوالله احد – قل اعوذ – اقرابسم ربك – قل اوحي 
8.Dengan “istifham” (kalimat tanya) ada 6 surat. Contohnya :

هل اتى – عم يتساءلون – الم نشرح – ارايت 
9.Dengan “do’a” (permintaan) ada 3 surat. Contohnya :

ويل للمطففين – تبت يدا – ويل للكل همزة
10.Dengan “ta’lil” (penjelasan) ada 1 surat. Contohnya :

لايلاف قريش

Soal no 3 :

Jelaskan, apa faedah dari “tsana” dalam ayat pembuka pada al-qur’an.?

Jawaban : 
  • Menetapkan sifat pujian
  • Menolak serta mensucikan dari sifat tercela
Soal no 4 :

Ada perbedaan pendapat yang tajam dalam menanggapi huruf “tahajji”. Sebagian ada yang menganggap huruf “tahajji” sebagai ayat. Sebagian lagi ada yang menganggapnya sebagai huruf “hijaiyah” (ejaan) biasa dan bukan merupakan ayat al-qur’an. Pertanyaannya adalah, siapakah kelompok-kelompok tersebut.?

Jawaban :
Mereka yang menganggap huruf “tahajji” sebagai ayat al-qur’an adalah orang-orang Kuffah. Sedangkan mereka yang menganggap huruf “tahajji” sebagai ayat al-qur’an adalah orang-orang Basrah.

Soal no 5 :

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama manakala menafsirkan huruf “tahajji” pada permulaan surat. Sebagian ada yang menafsirkannya, dan sebagian ada yang  tidak menafsirkannya serta menganggapnya sebagai ayat mutasyabbih. Pertanyaannya adalah, siapa sajakah mereka.?

Jawaban :
Mereka yang mengatakan bahwa huruf “tahajji” sebagai ayat mutasyabbih serta tidak menafsirkannya adalah Imam Asy-Sya’by. Sedangkan mereka yang menafsirkannya adalah Ibnu Abbas  r.a.

D.Nasikh dan Mansukh

Soal no 1 :

Coba jelaskan pengertian nasih dan mansukh.?

Jawaban :
Nasikh adalah isim fa’il dari kata kerja nasakho – yansakhu – naskhon, yang berarti menghapus, mencabut, atau membatalkan. Dan mansukh adalah isim  maf’ul dari kata kerja tersebut.

Sedangkan menurut istilah, Naskh berarti mencabut atau membatalkan hukum syara’ pada ayat sebelumnya dengan ayat yang datang sesudahnya.

Soal no 2 :

Faktor apa saja yang melatar belakangi adanya nasikh dan mansukh pada sebagian ayat-ayat al-qur’an.?

Jawaban :
  • Karena adanya ayat-ayat yang bertentangan satu sama lainnya dalam hal hukum syara’ yang tidak bisa dikompromikan lagi
  • Karena adanya mansa’, yaitu al-muakhor : yang diakhirkan atau ditunda. Mansa’ di dalam al-qur’an bermakna ayat-ayat yang mengandung hukum lantaran sebab yang bersifat sementara.
  • Karena adanya ‘am dan khosh dalam ayat al-qur’an 
Soal no 3 :

Sebutkan macam-macam nasikh.?

Jawaban : 
  • Naskhur Rasmi wa Baqa’il Hukmi, yaitu membatalkan (menghapus) ayat dan tetap menjalankan hukumnya.
  • Naskhul Hukmi wa Baqa’ir Rasmi, yaitu membatalakan hukum pada ayat dan tidak membatalkan (menghapus) ayatnya.
  • Naskhul Kitab bil Kitab, yaitu mebatalkan ayat al-qur’an dengan ayat al-qur’an yang datang kemudian
  • Naskhul Kitab bis Sunnah, yaitu membatalkan (hukum) ayat al-qur’an dengan (hukum) yang terdapat dalam sunnah (hadits)
Soal no 4 :

Bagaimana pendapat-pendapat ulama tentang nasikh dan mansukh.?

Jawaban :
Ada dua pendapat tentang naskh di kalangan para ulama, yakni ada yang menerima dan menolak adanya nask.
  1. Yang  menerima adanya naskh,seperti As-Suyuthi, Az-Zarkasyi, dan juga Imam madzhab fiqih yang empat. Mereka yang menerima naskh berpendapat bahwa “memang di dalam al-qur’an ada naskh pada sebagian ayat-ayatnya, dikarenakan adanya dua ayat yang saling bertentangan yang tidak bisa dikompromikan”
  2. Yang menolak adanya naskh, seperti Abu Muslim Al-Asfahani. Beliau berpendapat bahwa “kalau di dalam al-qur’an terdapat naskh, maka tentunya ada yang salah, entah itu dari Allah-nya atau pun dari Nabi Muhamad SAW selaku penerima wahyu, dan itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi.
Soal no 5 :

Apa hikmah yang terkandung dari adanya nasikh dan mansukh dalam al-qur’an.?

Jawaban :
1.Memberi kemaslahatan bagi umat
2.Agar tampak kadar keta’atan umat dalam bersiap segera mengusahakan diri memenuhi panggilan dengan jalan zhanni tanpa menuntut jalur yang pasti

E.Muhkam, Mutasyabbih, dan Mubham

Soal no 1 :

Coba jelaskan, apa pengertian muhkam, matasyabbih, dan mubham.?

Jawaban :
  • Muhkam menurut bahasa ialah sama maknanya dengan idzhar di dalam ilmu tajwid, yang berarti jelas atau tegas. Sedangkan menurut istilah, muhkam ialah lafadz yang artinya dapat diketahui dengan jelas tanpa perlu penakwilan terlebih dahulu.
  • Mutasyabbih ialah isim fa’il dari kata tasyabbaha – yatasyabbahu – tasyabbuhan yang berarti serupa, mirip, atau yang menyerupai sesuatu dan  sama maknanya dengan ikhfa’ di dalam ilmu tajwid,yang berarti samar atau tidak jelas. Sedangkan menurut istilah, mutasyabbih ialah lafadz al-qur’an yang makananya samar.
  • Mubham, mungkin yang dimaksud mubham di sini ialah pembagian sebagian ulama yang membagi ayat-ayat mutasyabbihat kepada beberapa tingkatan derajat, yakni :
  1. Ayat-ayat mutasyabbihat yang maknanya hanya diketahui oleh Allah.
  2. Ayat-ayat mutasyabbihat yang maknanya hanya diketahui oleh orang tertentu saja, yakni mereka yang disebut dalam al-qur’an sebagai Ar-Rasikhuna fil ilmi.
  3. Ayat-ayat mutasyabbihat yang maknanya diketahui oleh orang umum dengan sebab tertentu.
Soal no 2 :

Adakah landasan yang menjelaskan tentang muhkam dan mutasyabbih pada al-qur’an.? kemudian berikan contohnya.!

Jawaban :

Ada, yakni firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 7.

Soal no 3 :

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa semua ayat dalam al-qur’an adalah muhkam. Ada pula sebagian ulama yang berpendapat bahwa semua ayat-ayat al-qur’an adalah mutasyabbih. Coba jelaskan kedua pendapat itu beserta landasan hukumnya.?

Jawaban :
Adapun sebagian ulama yang berpendapat bahwa semua ayat al-qur’an adalah muhkam ialah mereka melihat ayat-ayat al-qur’an dari sudut pandang kerapihan susunan dan keindahan ayat-ayat al-qur’an. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat Hud ayat 1.

Sedangkan sebagian ulama yang berpendapat bahwa semua ayat al-qur’an adalah mutasyabbih ialah karena mereka melihat ayat-ayat al-qur’an dari sudut pandang kesamaan i’jaz (mukjizat yang tak terdandingi) dalam kefasihan bahasa. Hal ini berdasarkan firman Allah dala surat Az-Zumar ayat 23.

Soal no 4 :

Dalam masalah muhkam dan muatasyabbih, setidaknya ada dua kutub pendapat ulama tentang kebolehan menta’wilkan ayat-ayat mutasyabbihat. Pertanyaannya adalah, siapa saja yang termasuk dalam dua golongan tersebut.? kemudian jelaskan pula apa argumen dari kedua golongan tersebut.!

Jawaban :
Menurut Dr. Kamaludin Marzuki, setidaknya ada dua kutub pendapat tentang kebolehan menta’wilkan ayat-ayat mutasyabbihat. 
  • Pertama adalah pendapat yang berpendapat bolehnya menta’wil ayat-ayat mutasyabbihat. Kelompok ini berpendapat bahwa huruf “wawu” pada aya
وما تاويله الاالله والراسخون في العلم di-athaf-kan kepada lafadz Allah. Dengan demikian, Al-Rasikhun (orang-orang yang mendalam ilmunya) pun dapat menegetahui ta’wil dari ayat-ayat metasyabbihat tersebut.
Diantara tokoh-tokoh yang termasuk dalam kelompok ini adalah Abu Hasan Al-As’ari dan Abu Ishak Al-Syirazy.
  • Kedua adalah pendapat kaum salafy seperti Imam Malik dan Imam Abu Hanifah yang berpendapat bahwa ayat-ayat mutasyabbihat adalah ayat-ayat yang menyangkut sifat Allah dan kita selaku umat Islam hanya wajib mengimaninya saja serta tidak dibolehkan untuk mena’wilnya.
Soal no 5 :

Mengenai huruf “tahajji” yang terdapat pada permulaan surat dalam al-qur’an, ada kelompok mufassir yang mengatakan bahwa, huruf “tahajji” adalah termasuk ayat-ayat mutasyabbih. Pertanyaannya adalah, bagaimana pendapat anda tentang masalah ini beserta argumennya.?

Jawaban : 
Menurut pendapat kami, hal ini mungkin berdasarkan sebagian mufassir yang memaknai huruf “tahajji” (memiliki arti) dan sebagian lagi hanya menganggapnya sebagai huruf “hijaiyah” (ejaan) biasa tanpa mengandung arti atau makna. Seperti yang terjadi di kalangan Ulama Basrah dan Kuffah.

F.I’jaz Al Qur’an

Soal no 1 :

Apa pengertian dari I’jaz al-qur’an.? 

Jawaban :
I’jaz menurut bahasa berasal dari kata اعجز – يعجز – اعجازا  yang berarti lemah – melemahkan. I’jaz, membuktikan kelemahan, I’jaz, ketidak mampuan mengerjakan sesuatu, lawan dari kekuasaan dan kesanggupan. Sedangkan Mu’jizatan adalah isim mashdar dari kata tersebut, yang berarti kekuatan yang melemahkan. Mu’jizat ialah suatu urusan yang menyalahi kebiasaan yang dibawa oleh Rasul Allah sebagai bukti karasulan dan tidak ada yang dapat menandingginya.

Soal no 2 :

Seperti halnya shalat yang memiliki syarat dan rukun, begitu pula mukjizat. Tidaklah semata dinamakan mukjizat jika tidak memenuhi syarat-syarat sebagai mukjizat. Pertanyaannya adalah, apa saja yang termasuk syarat-syarat dari mukjizat.?

Jawaban :
  • Tidak ada yang mampu kecuali Allah
  • Kejadian ini di luar kebiasaan yang ada
  • Pembawa mukjizat mengaku sebagai utusan Allah
  • Bukti kerasulan dengan membawa mukjizat tersebut
  • Tidak ada yang dapat menandinginya atau menentangnya
Soal no 3 :

Diketahui bahwa para ulama sangat kesulitan ketika harus membeberkan keseluruhan mekjizat yang ada pada al-qur’an. Oleh karena itu, para ulama membaginya dalam beberapa bidang. Pertanyaannya adalah, sebutkan bidang-bidang apa saja yang dimaksud, beserta contoh-contohnya.?

Jawaban :
  1. Berita Ghaib, contohnya seperti hari akhir, hari pembalasan, dan siksa kubur
  2. Bidang Kesusastraan, contohnya susunan kalimatnya, nazhamnya, sajak, dan syairnya yang indah
  3. Bidang Tasyri’, contohnya seperti penentuan hukum, sosial maupun jinayah (pidana)
  4. Bidang Keilmuwan, contohnya seperti ilmu falaq dan thib : astronomi dan kedaokteran
Soal no 4 :

Jelaskan, apa fungsi dari mukjizat yang anda ketahui.?

Jawaban :
Sebagai bukti kebenaran kerasulan kepada para Rasul terhadap kaumnya.

Soal no 5 :

Kenapa al-qur’an disebut sebagai “mukjizat Nabi Muhamad yang paling agung”.? jelaskan beserta argumennya.!

Jawaban :
Karena semua mukjizat Nabi Muhamad SAW bersifat sementara serta tidak kekal / abadi. Sedangkan Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhamad SAW yang abadi dan tetap terpelihara kebenarannya hingga akhir masa.

G.Tujuh Huruf (ahruf al-sab’ah) Al Qur’an

Soal no 1 :

Apakah yang dimaksud dengan Tujuh Huruf Al-Qur’an.?

Jawaban :
Diketahui bahwa hingga sekarang, para pakar ilmu al-qur’an masih kesulitan dalam menentukan hakikat dari “tujuh huruf” al-qur’an. Tapi ada pendapat yang dinilai paling mendekati kebenaran, yakni yang dimaksud “tujuh huruf” al-qur’an adalah “tujuh” tempat di mana terjadi perubahan. Hal ini juga dikuatkan dengan hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim. 

Soal no 2 :

Adakah landasan al-qur’an atau hadits Nabi yang menjelaskan tentang “tujuh huruf” al-qur’an.? jika ada, sebutkan.!

Jawaban :
Ada, yakni hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. 
  • ان هذاالقران انزل على سبعة احرف , فاقراوا ماتيسرمنه .
  • اقرانى جبريل على حرف ثم لم ازل استريد فيزيدنى حتى 
  • انتهي الى سبعة احرف .
                      
Soal no 3 :

Bagaimana pendapat ulama dalam menjelaskan tentang “tujuh huruf” al-qur’an.?

Jawaban :
Para Ulama berikhtilaf dalam menentukan hakikat dari “tujuh huruf” al-qur’an. Belum ada kepastian tentang hakikatnya. Hanya saja, kita tetap perlu mengimani bahwa al-qur’an itu diturunkan oleh Allah dengan “tujuh huruf”. Berdasarkan hadits Nabi SAW.

Soal no 4 :

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud “huruf tujuh” al-qur’an adalah “tujuh” tempat di mana terjadi perubahan. Pertanyaannya adalah di mana saja terjadi ketujuh perubahan tersebut.? jelaskan beserta contohnya.!

Jawaban :
a. Kata yang berubah harakat-nya, sementara bentuk tulisan dan maknanya tetap (tidak berubah). Contohnya : هن اطهرلكم menjadi 
هن اطهرلكم. Harakat dhammah pada huruf “ra” berubah menjadi fathhah.

b.Kata yang berubah maknanya, karena perubahan kedudukan tata bahasa, sementara bentuk tulisannya tetap. Contohnya : 
ربناباعد بين اسفرنا menjadi اسفرنا ربناباعدبين . Harakat “rabbuna” berubah menjadi “rabbana” dan harakat “ba’ada” berubah menjadi “ba’id”.

c.Yang terjadi perubahan makna lantaran berubahnya huruf, tetapi bentuk tulisannya tetap. Contohnya : ننشزها menjadi ننشرها . 

d.Bentuknya berubah, tetapi maknanya tidak berubah. Contohnya :
كالصوف المنفوش menjadi المنفوش  كالعهن .

e.Yang bentuk tulisan dan maknanya mengalami perubahan. Contohnya : طلح منضود menjadiمنضود  طلع  .
f.Perubahan susunan kalimat taqdim (mendahulukan) dan ta’khir (mengakhirkan). Contohnya : سكرة الموت بالحق  وجاءت (taqdim)
وجاءت سكرة الحق بالموت (ta’khir).

g.Perbedaan yang di dalam lahjah (logat) yang terjadi pada fathah, imalah, tarqiq, tafkhim, izhhar, idgham, dan lain-lain.

Soal no 5 :

Di antara pendapat-pendapat ulama yang menjelaskan tentang “tujuh huruf” al-qur’an, ada pendapat yang dinilai paling mendekati dan paling dha’if (lemah). Pertanyaannya adalah, jelaskan apa saja pendapat-pendapat tersebut dan mereka yang berpendapat demikian.?

Jawaban :
 Adapun pendapat yang dinilai paling lemah adalah pendapat yang mengatakan bahwa “tujuh huruf” tersebut adalah “tujuh bacaan” (qira’at al-sab’ah) dan mereka yang berpendapat seperti ini ialah Khalil bin Ahmad, Ath-Thabary, dan Ibnu Abdil Baar.
Sedangkan pendapat yang dinilai paling mendekati adalah pendapat yang mengatakan bahwa “tujuh huruf” tersebut “tujuh tempat” di mana terjadi perubahan dan mereka yang berpendapat seperti ini ialah Az-Zarqany.

Sekali lagi terima kasih untuk saudara Sofyan Suherman yang telah memberikan izin untuk memposting artikel ini yang berisi tentang Latihan Soal-soal Mengenai Al-qur'an Beserta Jawabannya. Semoga artikel ini bermanfaat, dan juga ilmunya bermafaat untuk orang lain. 

Salam mahasiswa!!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Contoh Soal UAS Tentang Al-qur'an. Lengkap!!

0 comments: