Sejarah Peradaban Islam di Eropa

Mata Kuliah: Sejarah Perdaban Islam atau SPI

Ini disusun oleh :
  1. Dinni Amalia Sulthan
  2. Tiara Sulistyawati 
  3. Leo Sidiq
Untuk memenuhi tugas terstrukturnya. Silahkan di Copy-paste.

Terima kasih untuk penyusun , semoga berkah dan pahalanya ngalir terus. aamiin

BERI SUMBERNYA!! Hargai yang menyusun ini. Terima kasih..



BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

Islam merupakan agama bangsa-bangsa yang terbesar di pertengahan bumi ini. Dari sisi latar belakang etnis, bahasa, adat, organisasi politik, dan pola kebudayaan menyatukan mereka. Meskipun seringkali tidak menjadi totalitas kehidupan tata ikatan kemasyarakatan, dan memenuhi hasrat mereka meraih kebahagiaan hidup. Lantaran keberagaman tersebut, islam berkembang menjadi keluarga terbesar ummat manusia.

Perkembangan agama islam tidak terbatas hanya di Asia saja, akan perkembangannya memasuki Benua Eropa. Sudah tentu perkembangan Islam di Eropa berbeda dengan Asia dan Benua lainnya, karena sulitnya berdakwah terhadap masyarakat Eropa yang umumnya bukan beragama islam. Namun berkat para pendakwah islam akhirnya perkembangan dan peradaban islam di Eropa semakin meluas. Untuk itu artikel ini akan membahas Peradaban Islam di Eropa.  

 

1.2    Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Perkembangan Modern Ummat Islam di Eropa ?
  2. Bagaimana Perkembangan Agama Islam di Eropa ?
  3. Bagaimana Islam di Spanyol dan Pengaruhnya terhadap Renaisans di Eropa ?

 

1.3 Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui Perkembangam Modern Ummat Islam di Eropa
  2. Untuk Mengetahui Perkembangan Agama Islam di Eropa
  3. Untuk Mengetahui Islam di Spanyol dan Pengaruhnya terhadap Renaisans di Eropa

BAB II

PEMBAHASAN

2.1    Perkembangan Modern Ummat Islam di Eropa

Intervensi Eropa secara nyata mengubah struktur internal masyarakat muslim. Pada masing-masing wilayah pengaruh kekuatan Eropa tersebut berbeda-beda, dan meliputi perpaduan dengan keragaman institusional dan kultural yang berkembang di tengah masyarakat islam sendiri, perbedaan tersebut melahirkan keragaman tipe masyarakat islam kontemporer. Persis sebagaimana masing –masing masyarakat islam yang merupakan produk interaksi antara masyarakat regional dengan pengaruh-pengaruh Timur Tengah maka masyarakat islam regional dengan pengaruh eropa .

Renaisans dan periode Reformasi, bangsa eropa, yang memiliki bentuk pluralisme sosial dan institusional yang unik, dan mentalitas yang menekankan inovasi, melahirkan berbagai kemajuan yang memberikan mereka supremasi dagang dan militer di seluruh belahan dunia. Supremasi tersebut tidaklah bersifat absolut, sebab imperium Usmani dan beberapa masyarakat muslim dan non-muslim lainnya tetapa menentang kesewenangan eropa.

Pada abad 18 kapasitas perekonomian eropa mengalami perubahan lantaran Revolusi Industri di Inggris dan pada abad 19 Revolusi Industri di perancis, Jerman dan beberapa negara eropa lainnya.  Melalui pengembangan pola-pola organisasi ekonomi yang bersifat birokratik, berbagai teknologi baru yang menghasilkan kekuatan uap dan listrik, dan melalui ekspansi pengetahuan ilmiah, maka dominasi ekonomi bangsa-bangsa eropa berkembang semakin pesat.  

Dominasi bangsa eropa di seluruh wilayah muslim di peruntukan bagi pemaksaan institusi dan pola kultural mereka terhadap bangsa-bangsa non-eropa. Pengaruh eropa juga menimbulkan penerimaan sistem nilai-nilai baru kesadaran akan identitas nasional, dan partisipasi politik, keterlibatan ekonomi, aktivisme moral, dan pandangan dunia ilmiah yang baru.

Selanjutnya modernisasi (pembaharuan) menimbulkan perubahan ekonomi dan teknologi, dan perubahan institusi politik , organisasi sosial dan nilai kultural yang terkait. Seluruh perubahan tersebut melibatkan adopsi dan rekreasi pola asar peradaban eropa di dalam kerangka masyarakat islam yang lama.

Dari sisi lain institusi, dan aturan-aturan kultur pribumi sama pentingnya dengan bentuk modernitas sistem ekonomi dan imperial bangsa eropa. Pengaruh eropa terhadap masyarakat muslim dimediasi oleh olaborasi dan perlawanan elite lokal.

Dengan demikian transformasi yang terjadi di masyarakat muslim berlangsung dalam bentuk interes, persepsi, dan respon elite internal terhadap tekanan dan dorongan yang dimunculkan oleh keinginan mereka mengeksploitasi pengaruh eropa dalam masyarakat mereka sendiri.
Secara garis besar sejarah transformasi modern masyarakat islam terbagi menjadi beberapa fase dan memperlihatkan beberapa gambaran umum yang berlaku di seluruh belahan dunia muslim.

Fase pertama merupakan periode antara akhir abad 18 sampai awal abad ke-20, yang di tandai dengan hancurnya sistem kenegaraan muslim dan pemaksaan keunggulan (dominasi) teritorial dan komersial (perdagangan) eropa. Dalam fase ini elite politik, agama, dan elite kesukuan masyarakat muslim berusaha menetapkan pendekatan keagamaan dan ideologis baru bagi perkembangan internal masyarakat mereka.

Dari respon ini datanglah fase perkembangan kedua yakni pembentukan negara-negara nasional diabad 20 yang dalam fase kedua ini kalangan elite negeri-negeri muslim berusaha membawakan identitas politik modern terhadap masyarakat mereka dan berusaha memprakarsai pengembangan ekonomi dan perubahan sosial. Konsolidasi negara-negara nasional pada akhirnya mengantarkan pada fase ketiga, fase perkembangan seluruh negeri muslim, pertentangan antara kecenderungan terhadap perkembangan yang tengah berlangsung dan peran utama islam.

2.2    Agama Islam yang Berkembang Paling Pesat di Eropa

Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001.

Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur’an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya.

Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa “serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia”, dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.

Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia.

Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa
Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar “kedudukan kaum Muslim di Eropa” dan “dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim.” Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim.

Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul “Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa” membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis.

Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.

2.3    Islam di Spanyol dan Pengaruhnya Terhadap Renaisans di Eropa

Setelah mengalami periode klasik islam, Eropa bangkit dari keterbelakangan. Kebangkitan itu bukan saja terlihat dalam bidang politik dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemajuan-kemajuan Eropa ini tidak bisa di pisahkan dari pemerintahan Islam di Spanyol. Pada periode klasik, ketika islam mencapai masa keemasannya, Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang sangat penting, menyaingi baghdad di timur. Ketika itu orang-orang Eropa Kristen banyak belajar di perguruan-perguruan tinggi Islam disana. Islam menjadi “guru” bagi orang Eropa. Karena itu, kehadiran islam di Spanyol banyak menarik perhatian para sejarawan.

  • Masuknya Islam ke Spanyol

Penjelajah Spanyol pertama kali mendarat di “La Florida” pada tahun 1513. Spanyol mendirikan pemukiman di California dan New Mexico, yang kemudian bergabung dengan Tiga Belas Koloni. Terdapat juga beberapa pemukiman Perancis di sepanjang sungai Mississipi, setelah di mekarkannnya Carolina pada 1729, dan dikuasainya Georgia pada 1732, Tiga Belas Kolonial Inggris yang kelak akan menjadi Amerika Serikat sudah terbentuk. Koloni-koloni ini memiliki pemerintahan daerah tersendiri, namun tetap diwajibkan untuk tunduk dan mengabdi kepada tanah leluhur mereka yaitu, Inggris. Semua koloni melegalkan perdagangan bsudak Afrika. Dengan angka kelahiran yangn tinggi, dan angka kematian yang rendah serta imigrasi yang stabil, penduduk kolonial makin tumbuh pesat. Munculnya gerakan kebangkitan Kristen padaperiode 1730 dan 1740-an yang dikenal dengan Great Awakening memicu semangat untuk memperjuangkan kebangsaan beragama.

  • Keadaan Benua Eropa pra-islam
        Penduduk asli di daratan Amerika berimigrasi dari Asia, yang dimulai sekitar 40.000 hingga 12.000 tahun yang lalu. Beberapa diantaranya, seperti kebudayaan Mississipi, telah mengembangkan teknik pertanian yang maju, arsitektur  yang megah dan masyarakat setingkat negara. Setelah penjelajah Eropa dan para pedagang melakukan kontak pertama dengan para penduduk asli, jutaan dari mereka tewas karena wabah penyakit yang di tularkan oleh para pedagang Eropa, misalnya cacar.

 

2.4 Kemajuan Peradaban

Dalam masa lebih dari tujuh abad, kekuasaan Islam di Spanyol, umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. Banyak prestasi yang mereka peroleh, bahkan pengaruhnya membawa Eropa dan kemudian dunia, kepada kemajuan yang lebih kompleks.

 

Kemajuan Intelektual

Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari komunitas-komunitas Arab (Utara dan Selatan). Al-Muwalladun (orang-orang Spanyol yang masuk Islam) Barbar (Umat Islam yang berasal dari Afrika Utara), Al-Shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dsn dijual kepada penguasa Islam untuk di jadikan tentara bayaran), Yahudi,

Kristen Muzareb yang berbudaya Arab dan Kristen yang masih menentang kehadiran Islam. Semua komunitas itu, kecuali yang terakhir memberikan saham intelektual terhadap terbentuknya lingkungan budaya Andalus yang melahirkan kebangkitan ilmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol.

 

a. Filsafat

Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah islam. Ia berperan sebagai jembatan penyebrangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani Arab ke Eropa pada abad ke-12.Tokoh utama dalam sejarah filsafat Arab- Spanyol adalah Abu Bakar Muhammad ibn Al-Sayigh yang lebih dikenal dengan ibn Bajjah.

Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Ibn Rusyd dari Cordova. Ciri khasnya adalah kecermatan dalam menafsirkan naskah-naskah Aristoteles dan kehati-hatian dalam menggeluti masalah-masalah menahun tentang keserasian filsafat dan agama. Dia juga ahli fiqih dengan karyanya Bidayah al-Mujtahid.

 

b. Sains

Ilmu-ilmu kedokteran, musik, matematika, astronomi, kimia dan lain-lain juga berkembang dengan baik. Abbas ibn Farnas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ialah orang yang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Umm Al-Hasan bin Abi Ja’far dan saudara perempuan Al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.

Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal.Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228M) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Batutah dari Tangier (1304-1377M) mencapai Samudra Pasai dan cina. Ibn Al-Khatib (1317-1374M), sedangkan Ibn Khaldun dari Tunis adalah perumumus filsafat sejarah. Semua sejarawan diatas bertempat tinggal di Spanyol, yang kemudian pindah ke Afrika.

 

c. Fiqih

Dalam bidang fiqih, Spanyol Islam dikenal sebagai penganut madzhab Maliki. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd Al-Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya diantaranya adalah Abu Bakar ibn Al-Quthiyah, Munzir ibn Sa’id Al-Baluthi, dan Ibn Hazm yang terkenal.

 

d. Musik dan Kesenian

Dalam bidang musik dan seni suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya Al-Hasan ibn Nafi yang dijuluki Zaryab. Ilmu yang dimilikinya itu di turunkan kepada anak-anaknya, baik pria maupun wanita, dan juga kepada budak-budak, sehingga kemasyhurannya tersebar luas.

e. Bahasa dan Sastra

Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Hal itu dapat diterima oleh orang-orang non-Islam. Bahkan, penduduk asli Spanyol menomorduakan bahasa asli mereka.
Seiring dengan kemajuan bahasa itu, karya-karya sastra banyak bermunculan, seperti Al-‘Iqd al-Farid karya Ibn Abd Rabbih, al-Dzakhirah fi Mahasin Ahl al-Jazirah oleh Ibn Bassam, dan banyak lagi yang lain.
   

2.5    Faktor-faktor Pendukung Kemajuan

Spanyol Islam, kemajuannya sangat di tentukan oleh adanya penguasa-penguasa yang kuat dan berwibawa, yang mampu mempersatukan kekuatan-kekuatan umat Islam, seperti Abd Al-Rahman Al-Dakhil, Abd Al-Rahman Al-Wasith dan Abd Al-Rahman Al-Nashir.

Toleransi beragama ditegakkan oleh para penguasa terhadap penganut agama Kristen dan Yahudi, sehinggan mereka ikut berpartisipasi mewujudkan peradaban Arab Islam di Spanyol.

Meskipun ada persaingan yang sengit antara Abbasiyah di Baghdad dan Umayyah di Spanyol, hubungan budaya dari Timur dan Barat tidak selalu berupa peperangan.

Pepecahan politik pada masa Muluk Al-Thawa’if dan sesudahnya tidak menyebabkan mundurnya peradaban. Masa itu bahkan merupakan puncak kemajuan ilmu pengetahuan, kesenian dan kebudayaan Spanyol Islam.
   

2.6 Pengaruh Peradaban Spanyol Islam di Eropa

Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan islam yang berkembang di periode Klasik.Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian, dan peradaban antarnegara.

Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membidani gerakan-gerakan penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah kebangkitan kembali Yunani Klasik (renaissance) pada abad ke-14 M yang bermula di Italia, gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17M, dan pencerahan (aufklarung) pada abad ke-18M.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Intervensi Eropa secara nyata mengubah struktur internal masyarakat muslim. Pada masing-masing wilayah pengaruh kekuatan Eropa tersebut berbeda-beda, dan meliputi perpaduan dengan keragaman institusional dan kultural yang berkembang di tengah masyarakat islam sendiri, perbedaan tersebut melahirkan keragaman tipe masyarakat islam kontemporer.

Persis sebagaimana masing –masing masyarakat islam yang merupakan produk interaksi antara masyarakat regional dengan pengaruh-pengaruh Timur Tengah maka masyarakat islam regional dengan pengaruh eropa .

Dominasi bangsa eropa di seluruh wilayah muslim di peruntukan bagi pemaksaan institusi dan pola kultural mereka terhadap bangsa-bangsa non-eropa. Pengaruh eropa juga menimbulkan penerimaan sistem nilai-nilai baru kesadaran akan identitas nasional, dan partisipasi politik, keterlibatan ekonomi, aktivisme moral, dan pandangan dunia ilmiah yang baru

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ira M. Lapidus, sejarah sosial umat islam , jakarta: PT. RajaGrafindo Persada,2000
  2. Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam, Jakarta:PT. RajaGrafindo Persada 2008
  3. Supriyadi, Dedi. Sejarah Peradaban Islam, M.Ag, Bandung: Pustaka Setia, 2008
  4. Harun, M. Yahya, Perang Salib dan Pengaruh Islam di Eropa Yogyakarta: Bin Usaha,1987

Related Posts

Sejarah Peradaban Islam di Eropa
4/ 5
Oleh